Salah satu keberhasilan program penanaman mangrove adalah dengan adanya monitoring mangrove yang berkala. Tujuan monitoring mangrove adalah untuk memantau kondisi, perubahan, dan efektivitas pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Secara jangka panjang memiliki beberapa tujuan spesifik seperti; menilai kesehatan ekosistem mangrove, mendeteksi perubahan lahan dan pemanfaatan, mendukung pengambilan keputusan, menilai dampak kegiatan manusia dan perubahan iklim, menjamin keberlanjutan layanan ekosistem, mendukung program konservasi dan rehabilitasi. Point-point ini yang menjadi landasan LEVA dalam progam monitoring mangrove yang rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pada Sabtu, 21 Juni 2025 dilakukan monitoring mangrove di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk oleh Levania sebanyak 9 orang (Inge, Debora, Bela, Nia, Gilang, Athiya, Nabila, Hikal, dan Reza).

Kegiatan dimulai dari pagi saat air sedang pasang untuk memudahkan Levania mobilisasi di dalam air. Satu persatu tim masuk ke air dan menempatkan posisi pada mangrove yang akan didata. Tim membagi dua sub tim. Yakni bagian mencatat dan mengukur tinggi, diameter dan jumlah daun. Dibutuhkan keahlian untuk beradaptasi dengan medan substrat lumpur di area penanaman.
Pada proses pengumpulan data, semua hal-hal yang dilihat pada pohon mangrove juga perlu dicatat sebagai bagian dari temuan. Parameter pengamatan morfologi di antaranya; tinggi, lebar, jumlah daun dan diameter batang. Selain itu faktor eksternal lainnya seperti banyak ditemukan tali rafia yang menjerat batang mangrove, sampah plastik, daun yang berlubang, tritip dan kutu daun. Semua data dikumpulkan dalam satu kolom pengamatan yang nantinya akan diolah ke dalam laporan penanaman.

Setelah mendapatkan data yang dibutuhkan, kegiatan dilanjut dengan boat tour keliling muara Hutan Lindung dengan perahu untuk mengamati cemaran sampah plastik dan burung-burung airnya sebagai salah satu akhir pengamatan. Dalam hasil laporan sebesar 5% total mangrove digunakan sebagai sampel, serta melihat kondisi mangrove terutama yang mengalami kerusakan. Persentase mangrove yang hidup sebesar 88,5%, secara perhitungan dikategorikan “Baik” karena 88,5% hidup, ada beberapa daun yang berlubang. Rata-rata tinggi pohon 66,5 – 90 cm dengan lebar daun 2 – 8 cm, diameter batang 0,8 – 2 cm, dan jumlah daun sebanyak 2 – 20 helai. Setelah data diolah didapat estimasi karbon yang diserap dari 200 pohon mangrove yang ditanam pada tanggal 3 Agustus 2024 adalah 0,03117 matrik ton.

Kami berharap dengan adannya monitoring mangrove ini menjadi bahan evaluasi dalam program penanaman selanjutnya, dan bagian dari tanggung jawab LEVA dalam pelaporan pertumbuhan mangrove kepada kolaborator.
Penulis: Nathasi Fadhlin
