Lompat ke konten
Home » Blog » Opella Purpose Day “1,000 Coral Reefs Reasons to Breath Clearer for Better Health”

Opella Purpose Day “1,000 Coral Reefs Reasons to Breath Clearer for Better Health”

Sebagai wujud tanggung jawab perusahaan kepada lingkungan, tahun 2025 ini Opella sebuah brand dari Sanofi Group Indonesia kembali berkolaborasi dengan LEVA pada kegiatan “The Mangrove and Coral Explore Goes to Pulau Tidung Kecil”, pada Jumat, 17 Oktober 2025 di Kawasan Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL), Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu.

Kegiatan kali ini melibatkan 40 volunteer dari karyawan Opella dengan aktivitas penanaman 3,000 mangrove dan 1,000 coral.

Keberangkatan menuju Pulau Tidung Kecil dilakukan dari Dermaga Marina Ancol dengan private speedboat durasi tempuh 1 jam perjalanan. Peserta terlihat sangat antusias untuk melakukan serangkaian kegiatan. Setiba di Pulau Tidung Kecil peserta diarahkan untuk menuju aula untuk beristirahat sejenak dan persiapan kegiatan tur pulau dengan membagi menjadi 3 group dengan satu orang fasilitator.

Tur diawali dengan kunjungan ke tempat persemaian bibit mangrove, di tempat ini fasilitator menjelaskan daur hidup pohon mangrove dan bentuk perkembang biakannya melalui buah yang disebut propagul. Kemudian perjalanan dilanjut dengan kunjungan ke museum rangka paus sperm whale (koteklema). Di sini peserta dapat melihat rangka paus yang ditemukan di perairan Karawang, Jawa Barat. Selain itu peserta diajak berkunjung ke penakaran penyu, ikan nemo, dan kuda laut. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya terkait ekosistem yang ada di pulau kepada tim fasil dan local guide. Sesi ini menjadi ruang inklusif bertukar informasi dan pandangan terkait dampak perubahan iklim terhadap ekologi pesisir, terutama dampak bagi Pulau Tidung Kecil.

Setelah puas berkeliling, tiba di pesisir untuk kegiatan penanaman 3,000 mangrove.  Sebelum memulai kegiatan, tim fasilitator memberikan edukasi teknik penanaman. Teknik yang digunakan masih sama dengan pulau lain yaitu rumpun berjarak. Dibuat lubang berukuran 1x1m kemudian mangrove dimasukkan ke dalam lubang dan ditutup kembali, tujuannya untuk memperkokoh satu dengan yang lain agar tidak mudah terbawa arus.

Dengan kerjasama tim, satu persatu mangrove ditanam pada lubang yang sudah disediakan. Semua mendapat giliran untuk pengalaman menanam. Usai menanam dilanjut dengan beach clean up, membantu membersihkan jeratan sampah tali dan plastik yang menutupi bagian daun dan ranting pohon mangrove.

Hal ini terlihat sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi pertumbuhan mangrove. Mereka akan jauh lebih bebas bernafas dan tumbuh untuk menjadi pohon mangrove yang besar dan lebat.

Tidak disangka sampah hasil clean up di sela-sela pohon mangrove cukup banyak dan semoga berdampak.

Setelah puas menanam dan clean up, kegiatan dilanjut dengan transplantasi karang di area dermaga. Para peserta sangat antusias menuju area karang. Seperti penanaman mangrove, sebelum memulai transplantasi, peserta diberikan edukasi terkait cara penanaman karang oleh tim PBKL. Penanaman karang menggunakan teknik transplantasi spider dengan rak besi, tujuannya efisiensi tempat rehabilitasi dan lebih mudah untuk disesuaikan dengan lokasi rehabilitasi. Adapun tingkat keberhasilan bisa mencapai 60%.  

Jenis karang yang ditanam adalah bibit Acropora dalam bentuk patahan, direkatkan dengan semen pada batu berbentuk piringan kecil. Pada proses penanaman, bibit karang ditempelkan pada rak besi dengan kabel tis dan pada perlakuannya agar dilakukan hati-hati. Semua peserta mengikuti arahan dan sejumlah 500 bibit karang tertanam dengan baik. Menutup kegiatan penanaman karang dilakukan foto bersama bersama empat rak besi yang berisi 500 bibit karang (ukuran 2,5x 2,5m, 2 unit, dan 1x1m, 2 unit).

Usai kegiatan penanaman karang, fasilitator mengarahkan peserta kembali ke aula untuk bersih-bersih, sholat, dan makan siang yang sudah tersaji dengan lezat. Ikan bakar, cumi goreng tepung, sayur soup, asinan sayur, air kelapa dan produk-produk olahan mangrove menjadi kudapan yang disajikan untuk peserta. Hidangan seafood yang disajikan berasal dari hasil tangkapan nelayan Pulau Tidung Besar yang kami pesan sebagai bentuk dukungan kami terhadap kuliner lokal di kepulauan seribu. Setelah makan siang, sebagian peserta laki-laki melakukan sholat jumat yang dilaksanakan di masjid Pulau Tidung Besar.

Sebagian peserta perempuan ikut mengantar sambil ingin berwisata kuliner di Pulau Tidung Besar. Perjalanan harus ditempuh via laut menggunakan speedboat yang digunakan saat berangkat yang didampingi oleh Kak Pras dan Kak Nathasi. Sesampai di Pulau Tidung Besar menyerbu jajanan cireng isi ikan tuna, salah satu camilan orang pulau.

Kegiatan selesai pukul 15.00 wib, peserta kembali pulang ke Dermaga Ancol, dan tiba dengan selamat pukul 16.30 wib. Semua peserta Opella merasa puas dengan kegiatan The Mangrove and Coral Explore Goes to Pulau Tidung Kecil bersama LEVA. Semoga semua bibit mangrove dan karang yang ditanam dapat tumbuh menjadi golden ecosystem di Pulau Tidung Kecil. Sampai jumpa di kolaborasi selanjutnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *