Lompat ke konten
Home » Blog » KB Valbury Sekuritas Berinvestasi Hijau di Mangrove Kolaborasi dengan LEVA  dan CarbonEthics

KB Valbury Sekuritas Berinvestasi Hijau di Mangrove Kolaborasi dengan LEVA  dan CarbonEthics

Dalam menumbuhkan kesadaran pada investasi masa depan bumi, KB Valbury Sekuritas bersama CarbonEthics menggelar kegiatan CSR dalam tema “Investing in Nature: Sustainability Beyond Finance” penanaman 20 mangrove pada Sabtu, 15 November 2025, di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove, Angke Kapuk, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang penuh semangat mendukung aksi pelestarian ekosistem pesisir. Sejak pagi, peserta sudah disambut hangat oleh tim LEVA di pendopo, mempersilahkan peserta untuk menikmati dengan sajian makanan rebusan pangan lokal. Dilanjutkan, dengan sambutan dan sesi edukasi mangrove dan iklim yang dibawakan oleh Kak Geza. Peserta menyimak dengan antusias paparan pentingnya mangrove dalam menjaga keseimbangan alam, mulai dari mencegah abrasi, menjadi habitat berbagai biota, hingga sebagai penyerap karbon. Sehingga ekosistem mangrove disebut sebagai nature-based solutions.

Peserta dibagi menjadi tiga grup dengan satu orang fasilitator (Kak Nathasi, Kak Pras, Kak Debora, Kak Geza) untuk berkeliling area TWA sambil diedukasi biodiversity flora dan fauna yang ada di dalam hutannya. Di sesi ini peserta diperkenankan bertanya hal-hal yang ingin diketahui terkait mangrove kepada fasilitator.

Seperti sejarah pembangunan TWA, jenis-jenis mangrove sejati dan asosiasi, jenis akar, buah yang dapat diolah menjadi makanan dan minuman, fauna endemik yang menjadi penghuni hutan mangrove. Hingga sampailah peserta di area pembuatan media tanam mangrove yang disebut “bronjong”. Terbuat dari bahan anyaman bambu yang dibuat setinggi satu meter sebagai wadah atau keranjang penopang bibit mangrove yang baru ditanam. Bronjong digunakan untuk daerah tergenang dan dipengaruhi pasang surut untuk membantu mangrove tumbuh dan terlindung dari berbagai hama seperti teritip, kepiting, dan sampah plastik yang seringkali menjerat tunas muda.

Sejak tahun 2010, metode penanaman dengan bronjong sudah dilakukan di TWA dengan survival rate mencapai 90%. Namun tidak semua daerah cocok menggunakan metode tersebut. Hal ini menyesuaikan kondisi area tanam, tinggi air, jalur hidrologi, dan ancaman. Peserta juga berkesempatan merasakan pengalaman menganyam bronjong dalam mini workshop.

Tur dilanjutkan dengan berkunjung ke area pembibitan mangrove. Di tempat ini propagul (buah mangrove) disemai ke dalam polybag dan dibiarkan hingga tumbuh tunas dan pecah daun. Durasinya sekitar 4 hingga 5 bulan untuk siap dipindahkan dan ditanam ke substrat aslinya. Peserta belajar daur hidup mangrove yang dapat dibagi menjadi dua, yakni penyemaian secara alami dan intervensi manusia. Di sesi ini biasanya banyak yang pertanyaan yang dilontarkan dari peserta ke fasilitator terkait buah mangrove yang awam mereka temui seperti propagul.

Dan faktanya, masih banyak masyarakat awam yang belum mengetahui asal muasal pohon mangrove dan bagaimana cara tanaman tersebut berkembang biak. Dalam sesi ini fasilitator mencoba menjelaskan secara komperhensif dengan bahasa yang mudah dipahami kepada peserta tur. Peserta diajak merasakan pengalaman menjilat asinnya daun Avicennia marina (api-api) pada bagian bawah daun, sebagai bukti bahwa mangrove mengsekresi kelebihan garam melalui daunnya. Tujuannya agar mereka mendapat ilmu dan pengalaman baru dari perjalanan mangrove yang cukup singkat ini. Peserta juga berkesempatan merasakan pengalaman melakukan pembibitan mangrove dan menuliskan harapannya ke dalamtagging kayu yang disediakan.

Usai workshop pembibitan, kegiatan dilanjut ke area penanaman, peserta sangat antusias menyambut kegiatan yang ditunggu-tunggu ini. Satu persatu peserta memasuki are penanaman dengan kondisi tinggi air setengah meter atau setinggi dada orang dewasa, yang juga didampingi oleh fasilitator. Setiap peserta menempati satu bronjong yang sudah ditancapkan sebelumnya untuk menanam bibit di dalamnya.

Suasana jeritan, dan riang tawa melengkapi pengalaman menanam mangrove langsung dengan tangan sendiri. Usai puas bermain air dan foto-foto, peserta kembali diarahkan kembali ke pendopo dan bersih-bersih.

Sajian olahan mangrove dengan sirup pidada yang segar dan makan siang sudah siap disantap peserta. Kegiatan ditutup dengan menuliskan kesan dan pesan dari masing-masing peserta ke dalam sticky notes dan pemberian souvenir dari Mangi Store.

Kami sangat senang mendapat kunjungan dari tim KB Valbury Sekuritas, semoga kontribusi hijau melalui pohon mangrove dan pengalaman yang didapat menjadi literasi tambahan untuk mengenal ekosistem terpenting dalam bumi ini. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

Penulis: Nathasi Fadhlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *