Berperan dalam menjaga bumi dapat dilakukan oleh siapa saja. Salah satunya KULA sebuah brand lokal liptint yang memulai aksi sosial dan lingkungannya melalui campaign She Plants The Future pada setiap pembelian produk KULA OG Liptint with keychain berbentuk mangrove, kerang dan bumi maka sudah berdonasi Rp 10,000, yang akan diakumulasi untuk penanaman pohon mangrove. Pada Minggu, 6 Juli 2025 KULA bersama lima orang volunteer dari Komunitas Sisterhood Society Vol. 9 (SHS) melakukan aksinya bersama LEVA di Hutan Lindung Angke Kapuk. Dari total donasi yang terkumpul selama periode 1 hingga 30 Juni 2025 terkumpul Rp 5,600,000 yang didonasikan kepada LEVA untuk dikonversikan menjadi pohon mangrove sejumlah 70 pohon.

Menariknya, kegiatan tur The Mangrove Explore kali ini kesepuluh peserta semuanya adalah perempuan. Bersama empat orang fasilitator LEVA (Jeka, Nisa, Nathasi, dan Pras) siap memandu peserta.
“Hari ini kita semua cantikkkk,” ujar salah satu peserta dengan senyum sumringah.
Hal ini juga menjadi pengalaman LEVA memandu peserta yang keseluruhannya adalah perempuan. Meski tantangan medan saat penanaman akan berat, namun semangat mereka terpancar.
“Perempuan tangguh, kalian pasti bisa tanam semua mangrove sampai selesai, semangat!!,” kata Nathasi dalam sambutannya.
Semua peserta mengaku menjadi pengalaman pertamanya mengunjungi wisata mangrove dan menanam mangrove. Seperti biasa kegiatan diawali dengan edukasi seputar manfaat mangrove bagi pesisir dan perubahan iklim, interpretasi seputar keunikan akar, buah, daun. Hingga akhirnya pada penanaman.

Saat masuk ke dalam lumpur teriakan ciwi-ciwi mulai menggelegar, mereka kaget dengan kondisi substrat yang belumpur saat diinjak. Namun tidak menyurutkan semangat untuk terjun langsung. Butuh keahlian khusus berjalan di dalam air berlumpur, keseimbangan harus dijaga agar badan tetap stabil.

“Kita buat formasi saling berpegangan ke temannya ya supaya memudahkan kita bergerak,” Nathasi menginstruksi peserta.
Celoteh ciwi-ciwi membuat suasana semakin akrab, semua tertawa melihat diri sendiri dan teman-temannya. Satu persatu pohon mangrove ditanam, dan selesai tepat waktu.
Sorai semangat membuat ciwi-ciwi semakin gesit dan mudah dalam bergerak di lumpur untuk kembali naik ke jembatan.
“Ini yaa .. perjuangan kita mewakili perempuan-perempuan dari seluruh Indonesia yang sudah berdonasi mangrove di produk KULA,” sambung Dina salah satu peserta dari SHS. Setelah bersih-bersih kegiatan dilanjut dengan boat tour untuk melihat hutan lindung dari Teluk Jakarta. Perjalanan dimulai dari dermaga mengarah ke arah timur melewati tanah timbul yang muncul akibat sedimentasi. Kini area tersebut dijadikan lokasi penanaman mangrove oleh pihak Dinas Kehutanan untuk menjaga agar tidak ada yang mengklaim.

Nathasi memandu boat tour dengan sesi refleksi terhadap upaya konkret apa saja yang sudah diperbuat untuk pelestarian alam. Kemudian masuk pada isu yang terjadi dengan pesisir Jakarta yang kini kondisinya kian memprihatinkan akibat sampah-sampah plastik dan reklamasi.
Beberapa peserta yang lain juga terlihat asyik bermain kano yang sekelilingnya mangrove. Setelah puas berkeliling dilanjut dengan kesan dan pesan, pembagian merchandise dari Mangi Store Indonesia dan produk-produk KULA.
Melalui tur ini LEVA percaya bahwa kebaikan dapat ditularkan dari mana saja dan oleh siapa saja. Apalagi perempuan, yang memiliki kebaikan hati dan pancaran cantiknya untuk alam semesta.
Penulis: Nathasi Fadhlin
