Di pekan pertama Ramadhan, pada hari Kamis, 6 Maret 2025 Indonesia Ecotourism Network (Indecon) menyelenggarakan Temu Jaring Ekowisata Indonesia (TJEI) on Air yang diselenggarakan secara hybrid di Kantor Indecon Jakarta Selatan.
Tema TJEI On Air yang ke-6 ini adalah โCerita Aksi Lokal Menghadapi Tantangan Globalโ, pada kesempatan kali ini LEVA yang diwakili Nathasi Fadhlin selaku founder LEVA turut berpartisipasi menjadi salah satu narasumber. Selain itu ada Bapak Saptoyo selaku Ketua Yayasan Bhakti Alam Sendangbiru (CMC Tiga Warna).
Pada diskusi kali ini, kami membahas bagaimana ekowisata dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan, serta berbagi kisah sukses CMC Tiga Warna yang meraih penghargaan internasional, ASEAN Tourism Award (ATA) 2025 untuk kategori ๐๐ฐ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ช๐ต๐บ ๐๐ข๐ด๐ฆ๐ฅ ๐๐ฐ๐ถ๐ณ๐ช๐ด๐ฎ (CBT).
Sementara dari LEVA membawakan gerakannya yang aktif dalam konservasi dan edukasi, dalam melestarikan ekosistem mangrove melalui aksi nyata berbasis masyarakat dan pendekatan kreatif anak muda di Jakarta.

Diskusi dipandu oleh moderator Ibu Wita Simatupang dengan santai namun tetap โdagingโ. Pak Saptoyo dengan kisah perjuangannya memelihara kawasan CMC Tiga Warna. Ia mampu membangun kesadaran kolektif warga di sekitar desanya untuk menerapkan prinsip-prinsip ekowisata pada kawasan wisata. Nilai-nilai kearifan lokal menjadi kunci kesuksesan CMC Tiga Warna meraih penghargaan internasional ASEAN Tourism Award (ATA) 2025ย untuk kategori ๐๐ฐ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ช๐ต๐บ ๐๐ข๐ด๐ฆ๐ฅ ๐๐ฐ๐ถ๐ณ๐ช๐ด๐ฎ (CBT).
Sedangkan Nathasi dengan cerita pengalamannya menggerakkan anak muda di Jabodetabek dalam komunitas LEVA untuk mengkonservasi mangrove di Jakarta. Membuat program dan event wisata berkelanjutan dengan menerapkan prinsip-prinsip ekowisata bersama berbagai mitra kolaborator, baik dari pihak swasta maupun brand.

Usai sesi tanya jawab, acara ditutup dengan buka puasa bersama. Peserta yang hadir secara offline saling berkenalan dan berjejaring membentuk silaturahmi baru yang terjalin dalam dunia wisata berkelanjutan.
Penulis: Nathasi Fadhlin
