Dalam memeriahkan Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli 2025, LEVA bersama PT. Millenium Pharmacon Internasional (MPI) dan Olin Indonesia serta tiga orang volunteer dari Jepang melakukan penanaman mangrove di Pulau Pramuka yang dikemas dalam tur “The Mangrove Explore at Pramuka Island”. Kegiatan ini adalah bagian dari program CSR PT. MPI peduli alam. Pulau Pramuka dipilih karena merupakan salah satu pulau terbesar yang ada di Kepulauan Seribu, memiliki area konservasi mangrove, penyu dan terdapat Rumah Literasi Hijau, sebuah rumah belajar tentang pengolaan sampah plastik yang ada di Pulau Pramuka menggunakan mesin pirolisis.

Perjalanan dimulai dari Dermaga 16 Marina Ancol, tim fasilitator yang bertugas di antaranya; Inge, Debora, Nathasi dan Hanan. Kami membawa 30 peserta dan 3 orang relawan WNA dari Jepang (Rena san) yang baru pindah ke Jakarta satu tahun yang lalu. Kami menyebrang ke Pulau Pramuka selama satu jam perjalanan dengan kapal speedboat. Tiba di Pulau Pramuka kami langsung menuju area Rumah Literasi Hijau (RLH) untuk pembukaan dan edukasi dasar Mangrove 101. Setelah sesi edukasi yang dibawakan oleh Inge, kegiatan dilanjut dengan penanaman 500 bibit mangrove di area arboretum RLH. Metode penanaman yang digunakan adalah rumpun berjarak.

Sebuah metode yang digunakan pada area pantai dengan substrat berpasir. Dalam satu lubang dimasukkan bibit mangrove sebanyak 50-100 batang kemudian lubang ditutup kembali. Hal ini bertujuan untuk membuat bibit mangrove saling menopang dari terpaan gelombang dan angin.

Semua peserta saling bekerjasama mengoper mangrove dan menanam, teknik ini cukup mudah dan dapat dikerjakan bersama-sama sehingga mudah selesai.
Pengalaman menanam mangrove bagi kebanyakan peserta adalah yang pertamakalinya, demikian dengan Rena, Eri dan Satoro san, ini adalah pengalaman pertama mereka. Meski pernah melihat mangrove di Bali namun menanam mangrove baru ia rasakan.
Setelah semua bibit tertanam, kegiatan dilanjut dengan beach clean up sampah-sampah plastik dan yang dapat didaur ulang di sekitar pohon-pohon mangrove. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk memudahkan pada proses pengambilan sampah dan kami memberikan tantangan juara untuk yang dapat mengumpulkan sampah terbanyak akan ada hadiah


Puas menggumpulkan sampah, kegiatan dilanjut dengan ishoma, santapan makan siang dengan ikan asap, soup bakso, cumi goreng tepung dan asinan betawi menambah energi baru persiapan kegiatan berikutnya. Perut sudah diisi dan energi bertambah, kegiatan dilanjut dengan materi workshop pengolaan sampah plastik dengan mesin pirolisis yang dibawakan oleh tim RLH. Peserta antusias melihat hasil BBM yang dihasilkan dan cara kerja mesin.

Pukul 13.30 kami bergegas menuju pusat penakaran penyu yang dikelola oleh Taman Nasional Kepulauan Seribu untuk mendapat edukasi dari local guide terkait ekosistem penyu yang ada di kepulauan seribu. Peserta banyak bertanya terkait siklus hidup, jenis-jenis dan cara mengkonservasinya.

Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 15.00 saatnya pulang dan kembali ke Dermaga 16 Marina Ancol, semua peserta merasa puas dengan perjalanan dan pengalaman baru yang mereka dapatkan. Di hari mangrove ini kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran terhadap menjaga lingkungan untuk generasi di masa yang akan datang.
Penulis: Nathasi Fadhlin
