Lompat ke konten
Home » Blog » Pelatihan Pramuwisata Muda dari Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekraf (P4Ekraf) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angkatan 1 dan 2 Tahun 2025

Pelatihan Pramuwisata Muda dari Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekraf (P4Ekraf) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angkatan 1 dan 2 Tahun 2025

Sebagai komunitas yang bergerak pada dunia jasa lingkungan, konservasi dan edukasi mangrove, LEVA berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal wisata berkelanjutan kepada wisatawan. Peserta tidak sekedar datang ke tempat wisata untuk melihat pemandangan atau atraksi yang ada, namun mendapat pengetahuan baru seputar mangrove yang dapat menjadi kesan dalam perjalanan. Oleh sebab itu kami sadar bahwa kemampuan dalam menjadi pemandu wisata perlu didukung oleh sertifikasi profesi dan kompetensi yang diakui secara legal oleh pemerintah tingkat nasional. Karena itu pada bulan Juli tahun 2025, Nathasi dan Pras mengikuti pelatihan Pramuwisata muda yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekraf (P4Ekraf) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemprov. DKI Jakarta.

Pras mengikuti pelatihan angkatan 1 pada tanggal 7 hingga 10 Juli dan dilanjut pada proses ujian sertifikasi yang dilaksanakan pada 11 Juli 2025. Sementara Nathasi mengikuti pelatihan angkatan 2 pada tanggal 14 hingga 17 Juli dan dilanjut pada ujian sertifikasi yang dilaksanakan pada 21 Juli 2025. Adapun materi yang disampaikan diantaranya; Mengorganisasikan Kesiapan Informasi Pemandu Wisata, Menerapkan Prinsip Profesi Pramuwisata, Penggunaan Bahasa Isyarat, Mengkomunikasikan Informasi dan Interpretasi Wisata dll.

Narasumber atau pemateri berasal dari berbagai praktisi pramuwisata yang tergabung ke dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Mereka adalah pemandu wisata dari berbagai tingkat yakni, muda, madya dan tour leader. Dalam skala walking tour, city tour, maupun overland level nasional dan luar negeri.

Dengan mengikuti pelatihan, para pemandu muda akan mendapat pengetahuan baru dan mendengar sharing pengalaman dari pemadu senior, serta mempersiapkan materi untuk ujian kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Sertifikasi akan membuat seorang pemandu wisata lebih percaya diri dalam mendampingi wisatawan, dan menambah kredibilitas seorang pemandu yang dipercaya menguasai bidang dan destinasi yang dikunjungi wisatawan.

Nathasi dan Pras mengaku ternyata masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dalam mempersiapkan diri menjadi seorang pemandu wisata, salah satunya adalah memperdalam literasi, banyak membaca dan menguasai bahasa asing. “Dalam empat hari pelatihan, kami tidak hanya diajarkan materi teori, namun ada materi praktek untuk wisata city tour di bus maupun di beberapa spot destinasi, seperti Taman Mataram, Taman Literasi Blok M, Masjid Al Azhar, Wisata Kota Tua dan PIK,” ujar Nathasi.

Pada materi praktek, kemampuan public speaking juga diuji. Itulah pentingnya memperdalam literasi dan penguasaan informasi tempat wisata diperlukan untuk membuat seorang pemandu wisata tidak kehabisan cerita sehingga wisatawan dapat terus menikmati perjalanan. Kemudian di waktu yang terpisah kami mengikuti ujian sertifikasi, salah satunya ujian soal dan tes wawancara. Alhamdulillah kami mendapat predikat “Sangat Memuaskan” pada sertifikat. Dengan mengikuti pelatihan pramuwisata muda dan sertifikasi kompetensi diharapkan Levania dapat menjadi guide ekowisata mangrove yang profesional dan LEVA siap mengirim kembali anggotanya untuk berpartisipasi di tahun-tahun berikutnya.

Penulis: Nathasi Fadhlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *