Lompat ke konten
Home » Blog » LEVA Goes to School: SD Islam Fitrah Al Fikri “Kenal Alam, Sayang Alam”

LEVA Goes to School: SD Islam Fitrah Al Fikri “Kenal Alam, Sayang Alam”

Dalam rangka Hari Bumi yang jatuh tepat pada 22 April 2026, LEVA berkesempatan untuk kembali menggelar program LEVA Goes to School yang dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026 di Sekolah Islam Fitrah Al Fikri Depok dengan peserta siswa-siswi kelas 4 SD. Pada kunjungan kali ini ada hal yang berbeda, kami tidak mengajak mereka keliling hutan mangrove untuk tur tetapi melakukan aktivitas belajar sambil bermain di dalam ruangan dalam rangka acara “Special Day” yang diselenggarakan oleh SD Al Fikri.

Kendati begitu, kegiatan tetap berlangsung cukup seru dan menyenangkan. Adapun pengisi materi dari LEVA kali ini adalah Kak Gilang dan Kak Jeka, sedangkan untuk dokumentasi dan games dibantu oleh Kak Nathasi dan Kak Pras. Pada sesi pertama, kegiatan dimulai dengan pemberian materi kepada para peserta. Mengusung tema “Keanekaragaman Hayati”, tentunya materi yang kami berikan dilengkapi dengan visual gambar-gambar dan animasi menarik, yang merepresentasikan kondisi alam di lapangan. Sehingga para peserta memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana keanekaragaman hayati di alam. Misalnya seperti gambar kucing, singa dan harimau yang bergerak saat mulai memasuki materi keanekaragaman hayati tingkat jenis atau spesies.

Masih pada sesi materi yang sama, kami memperkenalkan ekosistem mangrove atau pesisir sebagai contoh yang ideal. Kami juga menjelaskan mengenai “Apa itu mangrove?” dan mereka memberikan respon yang positif serta terlihat antusias memperhatikannya. Tak lupa pula kami memperlihatkan kepada mereka beberapa keseruan kegiatan menanam mangrove, transplantasi terumbu karang dan membersihkan sampah di sekitar pantai atau pesisir yang dilakukan oleh LEVA dalam upaya membantu melestarikan keanekaragaman hayati.

Sebelum masuk sesi ke dua ada snack time, para siswa-siswi diperkenankan untuk menyantap bekal snack yang telah disiapkan sekolah maupun yang mereka bawa. Di tengah snack time berlangsung, tiba-tiba ada satu orang siswa yang menghampiri kami sambil memberikan selembar kertas, “Kakak aku ada hadiah kecil untuk kakak, maaf kalau jelek”, ternyata di balik kertas tersebut ada gambar kami sebagai narasumber (Kak Gilang dan Kak Jeka) lengkap dengan logo LEVA, Waah .. tidak disangka ada momen manis yang diberikan siswa kelas 4 bernama Saka di sela-sela kegiatan berlangsung.

Pada saat dimulainya sesi kedua, para peserta kemudian berkumpul kembali di ruangan dengan tertib. Kami dibantu oleh para guru kemudian menyiapkan peralatan dan keperluan memulai game interaktif. Permainan atau game interaktif yang pertama adalah membuat simulasi 4 ekosistem yaitu ekosistem mangrove atau pesisir, ekosistem sawah, ekosistem padang savana dan ekosistem hutan hujan. Permainan ini dimaksudkan untuk membangun kerja sama kelompok, para peserta diminta menggunting gambar keanekaragaman hayati (flora dan fauna) yang sudah dicetak pada kertas hvs, kemudian gambar-gambar tersebut akan mereka tempelkan pada kertas asturo putih. Setelah itu para peserta dapat berkreasi sendiri atau menambahkan gambar juga warna yang merepresentasikan 4 ekosistem sesuai dengan gambar yang mereka dapatkan. Permainan yang terdiri dari 12 kelompok ini kemudian akan dipilih 2 kelompok sebagai pemenang yang hasilnya paling rapi dan sesuai dengan tema ekosistemnya.

Selanjutnya ada permainan “Apotek Hidup”, permainanini menyerupai dengan KIM (Kemampuan Indera Manusia) pada aktivitas di Pramuka. Akan tetapi pada permainan kali ini, hanya akan menggunakan indera penciuman atau pembau (hidung) saja. Peserta akan diminta berbaris sesuai dengan kelas masing-masing, kemudian matanya akan ditutup dengan menggunakan kacu pramuka. Pada saat itu di depan para peserta sudah tersedia meja yang di atasnya terdapat 6 gelas yang berisi potongan-potongan bumbu dapur yang bermanfaat sebagai apotek hidup. Permainan pun dimulai, kemudian mereka mulai mencium aroma dari masing-masing gelas. Setelah itu para peserta diminta untuk membisikkan jawaban mereka kepada panitia, benar atau salahnya jawaban peserta tidak langsung diberitahukan saat itu. Pada akhirnya dari permainan ini, akan diambil 3 kelompok yang berhasil mengumpulkan score terbanyak dengan jumlah yang sama. Setelah itu dari 3 kelompok ini akan diambil 1 orang sebagai perwakilan untuk diuji kembali, sampai ada 1 kelompok yang berhasil menebak dengan benar. Menariknya, kelompok yang menang dalam permainan ini diwakili oleh anak laki-laki, karena biasanya yang hafal dan familiar dengan aroma bumbu dapur adalah anak perempuan yang dianggap sering diminta untuk membantu Ibu mereka saat memasak di rumah.

Setelah permainan “Apotek Hidup” selesai, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.50 wib yang berarti bahwa acara harus berakhir. Namun, keseruan itu tetap terlihat dan terasa pada wajah-wajah para peserta yang merupakan siswa-siswi kelas 4 SD Al Fikri. Acara ditutup dengan pembagian souvenir dan sesi foto bersama para peserta dengan personil LEVA dan para guru sebagai kenang-kenangan.

Saat pembagian souvenir berlangsung ada salah satu siswi yang bernama Sarah menghampiri kami dan memberikan selembar kertas yang terlipat, kemudian berkata “Kak, ini dari aku tolong dibuka ya..” Waahh.. ternyata sesuatu yang menggemaskan lagi dari mereka, rupanya itu adalah gambar kami (Kak Gilang dan Kak Jeka) lengkap juga dengan logo LEVA. Disusul lagi dengan ucapan “Terima Kasih” yang berulang dari Saka siswa yang pertama memberikan gambar kepada kami. Senang sekali rasanya pertemuan manis LEVA dengan siswa-siswi kelas 4 SD Al Fikri ini dan dapat menjadi suatu kebaikan yang membekas di hati mereka. Kami berharap semoga mereka semakin cinta, sayang dan peduli akan menjaga kelestarian lingkungan.

Penulis: Gilang Simaulidia