Lompat ke konten
Home » Blog » PLN EPI Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Tanjung Pakis Karawang bersama CarbonEthics dan LEVA

PLN EPI Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Tanjung Pakis Karawang bersama CarbonEthics dan LEVA

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menggandeng CarbonEthics dan LEVA melakukan penanaman mangrove di Tanjung Pakis, Karawang pada Kamis, 11 Juni 2026.  Peserta yang terlibat sebanyak 20 orang yang merupakan karyawan dari PLN EPI.

Perjalanan dilakukan menuju lokasi penanaman ditempuh selama dua jam perjalanan dari Jakarta Pusat menuju Karawang, Jawa Barat. Saat peserta tiba, mereka segera diarahkan untuk diberikan informasi sebelum melakukan perjalanan ke area tanam yang berjarak sekitar 800 meter dari titik kumpul. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing 1 fasilitator. Fasilitator yang bertugas hari itu yaitu: Nathasi, Prasetio, Arin, Athiya, dan Bella. Prasetio bertugas memandu kelompok 1, Arin memandu kelompok 2, dan Bella memandu kelompok 3.

Suasana hari itu terbilang cukup cerah, kondisi yang ideal untuk melakukan penanaman. Untuk sampai ke area penanaman, peserta harus melewati jalan setapak yang beralaskan tanah dan pasir dengan pemandangan tambak di kiri dan kanan jalan. Sepanjang perjalanan menuju area tanam, peserta dibimbing oleh fasilitator mempelajari biota mangrove yang hidup dan berkembangbiak di daerah tersebut. Beberapa jenis mangrove yang ditemui disana ada Rhizophora. sp, Avicennia. sp, Kerandang, Pluchea indica, dll. Ada juga berbagai fauna yang terlihat di area tersebut seperti Ikan Glodok, Burung Belibis, dan Burung Kuntul. Walaupun kebanyakan dari peserta baru pertama kali mengikuti kegiatan penanaman, hal ini tidak menurunkan antusias mereka untuk belajar mengenai mangrove.

Setelah sampai ke area tanam, pihak PLN dan juga CarbonEthics memberikan sambutan untuk menyoroti pentingnya dampak sosial dan lingkungan dari penanaman mangroves terutama di daerah Tanjung Pakis Karawang. Wilayah ini dulunya merupakan bekas tambak yang memicu masalah abrasi pantai yang parah. Bahkan setiap tahun garis pantai semakin mendekati daratan akibat abrasi yang disebabkan oleh gelombang laut. Sehingga pada tahun pada tahun 1994 mulai dilakukan rehabilitasi hutan mangrove. Diharapkan dengan adanya kegiatan penanaman mangrove ini dapat membantu memulihkan ekosistem pesisir yang ada di wilayah tersebut. 

Kegiatan lalu dilanjutkan dengan foto bersama dan peresmian sekaligus penutupan acara. Sebanyak 20 bibit berhasil ditanam mewakili 1.680 bibit mangrove yang ditanam di Tanjung Pakis Karawang. Adapun metode yang dilakukan adalah dengan menanam langsung. Selesai dari kegiatan penanaman, peserta diarahkan untuk makan siang di rumah makan sekitar. Sesampainya disana peserta segera disuguhi makanan bercita rasa lokal yang terdiri dari berbagai macam protein hewani laut.

Selepas menyantap makan siang, peserta diajak untuk mencicipi salah satu olahan mangrove, yaitu sirup pidada, dan stick beluntas dari salah satu UMKM lokal yang spesialisasinya mengolah makanan dan minuman mangrove bernama Kawan Ibu. Rasanya yang asam dan manis ditambah dengan es batu menjadi minuman yang pas untuk melepas dahaga setelah beraktivitas di bawah teriknya matahari. Selesai makan siang, peserta diperbolehkan pulang dengan membawa souvenir dari LEVA. Peserta pulang dengan senyum sumringah yang menandai kepuasan kegiatan di hari itu.

Penulis: Athiya Raihana