
Monitoring mangrove merupakan salah satu upaya penting dalam memastikan keberhasilan program penanaman yang berkelanjutan, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kegiatan ini secara rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun atau setiap enam bulan sekali sebagai bentuk evaluasi terhadap pertumbuhan dan kondisi kesehatan mangrove.
Pada kegiatan monitoring Sabtu, 4 April 2026, pengamatan dilakukan di tiga titik lokasi yang berada di Kawasan tanah timbul Hutan Lindung Pos 2, Angke Kapuk. Kegiatan ini melibatkan 10 orang yang terbagi ke dalam dua tim, yaitu tim pengukuran yang bertugas melakukan pengambilan data di lapangan (Pras, Bella, Gilang, dan Nia), serta tim pencatatan yang mendokumentasikan hasil pengukuran dari atas perahu kecil (Nathasi, Hima, Arin, Ashilla, Wijaya, dan Kris).
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi pelajar, yaitu Hilmi siswa kelas 7 dan Keanu siswa kelas 8 dari MTs Darussalam Ulujami, Jakarta Selatan. Kehadiran dua siswa tersebut sebagai bentuk edukasi sekaligus upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini yang diinisiasi oleh Hima sebagai guru MIPA yang juga anggota dari LEVA.

Kegiatan dimulai pada saat kondisi air laut masih pasang, sehingga memudahkan tim untuk melakukan mobilisasi di lokasi penanaman mangrove. Perjalanan menuju titik pengamatan dilakukan menggunakan perahu kecil untuk menyebrangi area perairan untuk sampai ke titik lokasi monitoring.
Setibanya di lokasi, tim pengukuran turun langsung ke air dengan membawa meteran ukur untuk melakukan pengambilan data. Hasil pengukuran kemudian disampaikan kepada tim pencatatan yang berada di atas perahu kecil untuk didokumentasikan secara langsung.
Proses pengukuran dilakukan dengan cepat dan tepat, mengingat kondisi air laut yang akan surut seiring berjalannya waktu, sehingga dapat mempengaruhi mobilitas tim di lapangan.

Monitoring ini bertujuan untuk memastikan tersedianya data pelaporan penanaman mangrove secara berkala, sekaligus meningkatkan kapasitas tim dalam melakukan pengamatan di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam mengevaluasi tingkat keberhasilan penanaman serta kondisi kesehatan mangrove di area tersebut.
Berdasarkan hasil monitoring, mangrove yang ditanam oleh tiga kolaborator pada periode Juli hingga September 2025 menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik di ketiga titik pengamatan. Rata-rata tinggi mangrove berada pada kisaran 85,9 hingga 95,1 cm, dengan diameter batang antara 1,5 hingga 2,5 cm. Lebar daun terpantau berkisar antara 5,3 hingga 5,7 cm, sementara jumlah daun rata-rata berada pada kisaran 8 hingga 15 helai per individu. Variasi ini menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan pada masing-masing lokasi tanam.

Secara umum, kondisi mangrove terpantau sehat, meskipun masih ditemukan beberapa daun yang mengalami kerusakan ringan akibat faktor lingkungan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa pertumbuhan mangrove masih dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, seperti keberadaan sampah plastik, tali rafia, serta hewan kecil seperti kepiting kecil (yuyu) dan siput yang menempel pada batang maupun daun. Hal ini menjadi salah satu tantangan dalam proses pertumbuhan mangrove di lapangan.
Oleh karena itu, monitoring secara berkala menjadi penting tidak hanya untuk mengukur pertumbuhan, tetapi juga sebagai dasar evaluasi dalam pengelolaan ekosistem mangrove ke depannya.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan data yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam meningkatkan keberhasilan program penanaman mangrove serta memperkuat komitmen dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Penulis: Rahanti Kurnia
