
Di tengah rutinitas pekerjaan kantor yang padat, program CSR lingkungan menjadi salah satu alternatif kegiatan yang menghibur. Salah satunya berkunjung ke hutan mangrove. Seperti yang dilakukan oleh tim PT. Millenium Pharmacon Internasional (MPI) dan Olin Indonesia pada Sabtu, 9 Agustus 2025 yang mengikuti tur The Mangrove Explore bersama LEVA di Kawasan Hutan Lindung, Muara Angke.
Sebanyak 30 orang karyawan dari kantor cabang menjadi peserta. Semua terlihat antusias untuk menanam mangrove dan berwisata. Menariknya, di tur kali ini hampir semua peserta didominasi bapak-bapak, dan hanya ada satu orang perempuan. Mereka terlihat kompak dengan dresscode yang dikenakan. Seperti biasanya, kegiatan diawali dengan sambutan dan edukasi mangrove 101 dari Nathasi. Peserta terlihat menyimak dengan serius informasi fun fact mangrove yang baru mereka dapatkan.

Beberapa ada yang mulai bertanya karena rasa penasaran dan keingintahuannya. Selanjutnya peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yang didampingi oleh tim fasilitator yakni; Hima, Debora, Kris, dan Rulli. Satu persatu kelompok mulai memasuki area hutan lindung, fasilitator menyampaikan edukasi dengan penuh semangat. Sesekali terdengar jokes bapak-bapak yang mewarnai suasana belajar di alam.

Setelah menyusuri area jembatan, kini saatnya tur mangrove dengan naik perahu. Pemandangan mangrove yang terlihat dari atas perahu berbeda jika dilihat dari daratan, berbagai fauna endemik hutan mangrove seperti burung-burung air bisa dijumpai. Mereka terbang dari satu pohon ke pohon lain. Ada pula yang terlihat sedang berburu ikan dan udang di kawasan tanah timbul. Selama perjalanan para fasilitator menyampaikan interpretasi terkait mangrove dan fauna-fauna yang dapat ditemukan, di antaranya burung kuntul, burung belibis, blue king fisher, ikan gelodok, kepiting, monyet ekor panjang, dan tentunya jenis-jenis mangrove yang tumbuh di sekitar lokasi tur.


Peserta kelompok 1 terlihat sangat antusias ketika menjumpai jaring ikan yang dipasang nelayan, setelah diizinkan oleh pak Kayat (petugas PJLP) mereka menarik jaring yang dipenuhi ikan.
“Wahhh .. strike niii dapat ikan banyak,” ujar salah satu peserta. Tawa bahagia menyelimuti mereka, persis seperti anak kecil yang mendapat ikan saat mancing, menyenangkan!


Setelah puas berkeliling naik perahu saatnya penanaman. Lokasi penanaman kali ini ada di tanah timbul yang dapat diakses dengan menyebrang perahu karena terpisah dari daratan hutan lindung.
Satu persatu kelompok lain berdatangan, mereka diminta untuk menempatkan posisi pada bambu-bambu yang sudah ditancapkan di atas jembatan bambu. Bibit mangrove mulai dibagikan dan peserta diminta untuk mulai menanam.

Namun ada dua orang peserta yang juga penasaran menanam mangrove langsung. Dua orang tersebut memasuki area penanaman yang bersubstrat lumpur. Bersama tim LEVA Kris, Rulli, dan petugas PJLP mereka menanam mangrove. Lumpur yang pekat membuat mereka yang tidak terbiasa berjalan di lumpur, sehingga kesulitan bergerak, semua tertawa.
Setelah puas menanam mangrove, kegiatan dilanjutkan ishoma dan peserta dipersilahkan mencicipi produk-produk olahan mangrove. Antara lain; sirup pidada, dodol, keripik, peyek dan stick beluntas.
“Saya baru tahu ternyata buah mangrove (pidada) yang tadi dilihat rasanya seperti ini, asem-asem manis,” ujar salah seorang peserta.
Kegiatan ditutup dengan pemberikan hadiah kepada dua orang peserta yang menanam mangrove langsung di lumpur, yakni t-shirt mangrove by Mangi Store Indonesia sebagai bentuk apresiasi. Dilanjut dengan penyampaian kesan dan pesan dan pembagian souvenir. Kami berharap dengan mengikuti tur ini peserta dapat memahami fungsi mangrove di pesisir dan membiasakan perilaku menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Penulis: Nathasi Fadhlin