Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, PLN Pusertif berkolaborasi dengan LEVA dan Kertabumi menyelenggarakan kegiatan edukasi 3R, penanaman pohon buah, dan Aksi Clean up pada Jumat, 12 Juni 2026 di Kawasan Kantor PLN Pusertif, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 60 peserta sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah melalui prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sekaligus mendorong penerapannya melalui aksi kerja bakti di lingkungan kantor.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara PLN Pusertif, LEVA, dan Kertabumi. Nathasi dan Pras dari LEVA bersama Farid dari Kertabumi bertugas memandu jalannya kegiatan. Sementara itu, Athiya, Ashila, dan Nia dari LEVA bersama tim Kertabumi mendampingi peserta sebagai fasilitator selama pelaksanaan aksi kerja bakti di lingkungan kantor PLN Pusertif.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan PLN Pusertif, dilanjutkan dengan foto bersama dan penanaman pohon secara simbolis oleh jajaran PLN Pusertif sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Setelah rangkaian pembukaan selesai, peserta mengikuti sesi edukasi yang dipandu oleh Nathasi dan Pras dari LEVA bersama Farid dari Kertabumi. Sesi ini diawali dengan ice breaking, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai prinsip 3R, kemudian ditutup dengan games yang sekaligus menjadi media pembagian kelompok sebelum pelaksanaan aksi kerja bakti.

Setelah pembagian kelompok, peserta melaksanakan aksi kerja bakti di lingkungan kantor PLN Pusertif dengan didampingi oleh fasilitator dari LEVA dan Kertabumi. Setiap kelompok dibekali kantong sampah dengan warna yang berbeda untuk memudahkan proses pemilahan sampah. Kantong berwarna merah digunakan untuk sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), seperti baterai bekas, lampu bekas, dan limbah medis. Kantong berwarna kuning digunakan untuk sampah anorganik, seperti plastik, karet, dan styrofoam, sedangkan kantong berwarna putih digunakan untuk sampah residu, seperti puntung rokok dan jenis sampah lain yang tidak dapat didaur ulang. Tim fasilitator juga memberikan edukasi mengenai jenis sampah organik yang tidak perlu diambil seperti kayu atau daun kering.
Kegiatan edukasi 3R dan aksi clean up ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui prinsip 3R sekaligus membiasakan penerapan pemilahan sampah dari sumbernya. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga menerapkannya secara langsung melalui aksi kerja bakti di lingkungan kantor.

Selama kegiatan berlangsung, peserta berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di area kerja bakti, di antaranya puntung rokok, sampah plastik, kursi plastik yang sudah tidak terpakai, serta lampu bekas yang termasuk dalam kategori sampah B3. Setelah seluruh area selesai dibersihkan, setiap kelompok kembali berkumpul untuk mengumpulkan hasil kerja bakti. Sampah yang telah dipilah kemudian ditimbang, dicatat dan didokumentasikan sebelum diangkut untuk dikelola lebih lanjut. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab sebagai ruang diskusi mengenai penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi antara PLN Pusertif, LEVA, dan Kertabumi, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta mendorong penerapan prinsip 3R sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Penulis: Rahanti Kurnia
