Lompat ke konten
Home » Blog » Hari Lingkungan Hidup Momentum Kolaborasi LEVA, CarbonEthics, Pertamina EP dan ALW Edukasi Pilah Sampah dan Penanaman Mangrove

Hari Lingkungan Hidup Momentum Kolaborasi LEVA, CarbonEthics, Pertamina EP dan ALW Edukasi Pilah Sampah dan Penanaman Mangrove

Dalam rangka memeriahkan Hari Lingkungan Hidup, LEVA bersama CarbonEthics, Pertamina EP, dan Ayo Less Waste (ALW) menggelar kegiatan clean up, dan penanaman mangrove pada Rabu, 24 Juni 2026 di Kawasan Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, PIK.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pihak kolaborator dan CarbonEthics, dilanjutkan penyerahan bibit secara simbolis dan edukasi climate session yang disampaikan oleh Kak Lucia dan Hanna dari CarbonEthics. Selanjutnya materi kedua disampaikan langsung oleh Kak Aisyah dari tim ALW yang membawakan materi mengenai 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Setelah sesi materi, peserta dibagi  menjadi 4 kelompok untuk melakukan serangkaian kegiatn tur clean up, yang didampingi oleh fasilitator dari tim LEVA. Di antaranya; Kak Bella, Kak Ashila, Kak Gilang, dan Kak Arin. Mengawali kegiatan peserta  diperkenalkan cara membuat media tanam mangrove, yang dinamai “Bronjong”, peserta antusias praktik langsung membuat keranjang bambu raksasa.

Sebelum memulai praktik, fasilitator menjelaskan terlebih dahulu mengenai fungsi bronjong dan bagaimana membuatnya. Setelah sesi bronjong selesai, akan dilanjut dengan kegiatan clean up di sekitar area mangrove. Setiap kelompok diberikan karung sampah, sarung tangan, capitan, dan label kelompok masing-masing. Peserta sangat asik dan merasa sangat seru untuk berlomba-lomba untuk mendapatkan sampah paling banyak dan timbangan yang paling berat di akhir nanti karena terdapat hadiah bagi tim yang mendapatkan timbangan terberat. Adapun jenis sampah yang diambil di antaranya; plastik, botol, kertas, dan logam. Mereka berkeliling TWA untuk mendapatkan sampah-sampah yang terbawa pasang surut di sela-sela akar mangrove.

Disamping itu, aksi clean up yang dilakukan peserta ini merupakan salah satu Langkah awal yang sangat baik dalam menjaga bumi dari banyaknya sampah dengan pembawaan yang seru dan inovatif tentunya!

Setelah setiap kelompok mendapat sampah cukup banyak, sesi selanjutnya Adalah penanaman mangrove. Disini peserta berkesempatan menanam bibit Rhizopora mucronata (bakau hitam) secara langsung di habitatnya. Pengalaman tersebut menjadi hal yang mengesankan bagi peserta dari keseluruhan kegiatan hari ini karena dapat berdampak secara langsung bagi alam pelestarian mangrove di TWA. Keseruan masuk ke dalam air yang berlumpur membuat suasana semakin akrab penuh dengan candaan dan tawa.

Usai penanaman dan bersih-bersih, tim fasil di pendopo sudah menyediakan berbagai produk tester olahan mangrove, seperti, peyek, kripik, stik, dodol, dan sirup pidada yang terbuat dari daun beluntas dan buah pidada (Sonneratia caseolaris). Selain seru dan menyenangkan rangkaian kegiatan diisi dengan edukasi dan praktik baik untuk lingkungan, salah satunya sesi pilah sampah yang dilakukan saat ishoma berlangsung. Sisa sampah hasil makan langsung dipilah oleh peserta berdasarkan jenisnya, yang didampingi oleh tim ALW kepada peserta yang membuang sampahnya sehabis makan.

Ada tempat sampah khusus organik, anorganik dan residu yang disediakan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 26 kilogram sampah berhasil ditangani melalui proses pengumpulan, pemilahan, dan pengelolaan pasca-kegiatan. Sampah yang terkumpul terdiri atas sekitar 6 kilogram sampah organik, 6,8 kilogram sampah anorganik, dan 13,2 kilogram sampah residu.

Berdasarkan estimasi faktor emisi dari pengelolaan sampah organik dan daur ulang material anorganik, kegiatan ini diperkirakan mampu mencegah pelepasan emisi sebesar 13–20 kilogram CO₂e ke atmosfer. Pengelolaan sampah yang dilakukan juga berkontribusi dalam mengurangi potensi pencemaran di kawasan pesisir serta mendukung praktik ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali material yang masih bernilai.

Kegiatan ini diakhiri dengan agenda penampilan yel-yel masing-masing kelompok yang sudah disiapkan saat awal kegiatan dimulai, dan penyerahan hadiah bagi kelompok pemenang. Dan juga ditutup dengan kesan dan pesan dari peserta.

Harapannya kegiatan ini tidak hanya dilakukan dalam sekali, namun bisa diterapkan di kehidupan keseharian, terutama pilah sampah dari rumah. Karena dengan bijak memilah sampah, hutan mangrove dan ekosistem pesisir akan lebih terjaga.

Karena sampahmu tanggung jawabmu!

Penulis: Arin Nasikah